Puisi:Kenangan Cinta di Tepi Kota
Puisi:Kenangan Cinta di Tepi Kota https://id.pngtree.com/free-backgrounds-photos/kota-di-malam-hari Di tepi kota ini, aku belajar bahwa cinta tidak selalu tinggal, kadang ia hanya singgah— seperti senja yang berhenti sebentar lalu pulang tanpa pamit. Di sini, di batas antara lampu jalan dan gelap ladang kosong, aku pernah menyebut namamu dengan suara paling pelan agar angin saja yang mendengarnya. Kota terlalu sibuk untuk tahu bahwa dua manusia pernah saling menggenggam tanpa janji, tanpa saksi, selain waktu yang diam-diam menertawakan kita. Aku ingat langkah kita menyusuri trotoar retak di mana rumput kecil tumbuh keras kepala. Katamu, “Lihat, bahkan kota yang lelah pun masih ingin hidup.” Aku tersenyum, karena saat itu aku merasa akulah kota itu, dan kaulah rumput kecil yang memaksaku bertahan. Lampu kendaraan berlarian seperti ingatan— datang, menyilaukan, lalu hilang. Kita berjalan bersebelahan, tak selalu saling menatap, tapi tahu keberadaan satu sama lain l...